Welcome :)

WELCOME--- SELAMAT MEMBACA--- :)

best regrads :)

thank you udah ngebaca , dll lah...
jangan lupa balik lagi yah ! :) thx ^^

Selasa, 12 Februari 2013

saya menemukan cinta sejati saya ( I Get my true love )


Awalnya kami adalah sebuah keluarga yang sangat bahagia , hidup dengan anggota keluarga yang lengkap tanpa kekurangan satu anggota keluargapun, hidup dengan berkelimpahan, apapun yang kami inginkan dapat kami peroleh dengan sangat mudah, kami hidup dirumah yang besar dan memang terbilang mewah. Namun semuanya itu harus hilang seketika saat ibu dan adik perempuanku meninggal. Mereka meninggal bersamaan karna ulahku.
Karna saat itu aku ingin menyelamatkan adikku dari sebuah mobil yang melintas kencang yang hendak menabraknya, namun terlambat, mobil itu telah menabraknya terlebih dahulu, dan ketika itu juga melintas mobil muatan besar dengan kecepatan yang sangat tinggi hendak menabrakku, dan ibuku menyelamatkanku, hingga akhirnya ia yang tertabrak, ibu dan adikku segera dilarikan ke rumah sakit namun semuanya terlambat.
Sejak itu ayahku menjadi pendiam dan tidak memperdulikanku, aku tinggal bersama paman dan bibiku, mereka baik padaku, namun terkadang mereka terlihat aneh, terkadang mereka merasa takut denganku, dan akupun tak tau apa yang terjadi, maka perlahan pun permasalahan itu kami lupakan begitu saja.
Aku adalah Jhonny , umurku masih 17 tahun dan aku masih menduduki bangku SMA kelas 2, aku bersekolah di SMA Cahaya Kasih, itu adalah sekolah terfavorit dikotaku , di Jakarta. Dengan semua fasilitas yang ada dan dengan kemampuanku yang mahir dalam permainan bola basket, akupun termasuk salah satu cowok terfavorit disekolah ku itu. Aku seorang kapten bola basket yang dipilih oleh guru Olahraga sesuai dengan kemampuan dalam tim ku.
Aku memiliki wajah yang lumayan dengan tubuhku yang tinggi dan putih bersih, sebagian dari wanita- wanita disekolahku mengagumiku, bahkan salah satu kakak kelasku pun mencoba untuk mendekatiku. Dan memang ku akui, aku tidak menolak siapapun yang mendekatiku saat itu.
Aku menjalin hubungan dengan Jane, dia kakak kelasku, dia kelas 3 saat itu. Wajahnya cantik bahkan dia termasuk cewek populer disekolahku, aku menjalin hubungan dengan nya hanya 3 bulan , lalu ia memutuskan hubungan kami, akupun tidak tahu apa sebabnya karna setiap ku tanya ia hanya geleng – geleng dan diam saja. Lalu semuanya pun berlalu, aku tak terlalu memperdulikannya , karna akupun tak sungguh – sunguh dengannya.
Setelah itu sekitar 5 bulan pun berlalu, kemudian akupun menjalin hubungan dengan Yosi, dia anak yang agak tomboy namun tetap manis dengan kulitnya yang putih dan senyumnya yang manis, namun seperti sebelumnya, hubungan kami hanyalah main- main dan tidak berlangsung lama, hanya berlangsung sekitar 2 bulan saja , jauh lebih singkat dari pada bersama Jane. Dan juga seperti sebelumnya , saat ku tanya Yosi mengapa ia memutuskan hubungan kami, ia pun hanya diam dan berkata tak ada apa – apa. Mereka semua tak memberi ku suatu alasan yang pasti. Lalu kubiarkan semuanya berlalu.
Saat itu aku tak lagi menjalin hubungan dengan siapapun, bukan karna patah hati atau apapun, namun karna aku memang ingin mencoba untuk serius menjalani sebuah hubungan. Tak terasa sebentar lagi aku memasuki bangku kelas 3 dan itu artinya aku akan lulus dan aku harus lebih banyak belajar lagi.
Dan akhirnya akupun memasuki bangku kelas 3 , dan rupanya ada seorang anak baru, jika ku nilai dari tampangnya, ia adalah anak yang sangat kuper dan juga sangat tidak masuk dalam tipeku, rambutnya panjang dan kusut, dengan giginya yang kuning dan tonggos dan bagian depannya berwarna kehitaman, kacamatanya yang sebesar kepalan tangan dan dengan tompel yang besar dibawah mata kanannya dan juga kulitnya yang agak kucel tak terawat, sangat berbeda dengan cewek – cewek yang lainnya, namun memang harus ku akui, senyumnya sangat manis dan juga matanya sangat bening sekali, seperti bercahaya meskipun ia mengenakan kacamata yang sangat besar itu.
Ada sesuatu yang berbeda rasanya, aku menatapnya lekat – lekat disaat semua anak-anak tengah menertawakannya , namun sepertinya ia tahu aku memerhatikannya. Ia hanya diam saat ditertawakan oleh seluruh anak-anak sekelas, dan diapun menjadi olok-olokan anak sekelas, namun ia hanya menunduk terdiam, Evelyn namanya. Dan lagi – lagi anak- anak mengoloknya karna namanya yang bagus tidak sesuai dengan apa yang ada didirinya. Aku hanya diam saat itu dan masih tetap memperhatikannya, hingga akhirnya Evelyn dipersilahkan untuk duduk dan di tetapkan untuk duduk bersamaku hingga lulus nanti.
Entah mengapa akupun hanya diam, kalau biasanya aku akan protes dan membantah, maka kali ini aku hanya diam dan membiarkannya duduk bersamaku, bukan hanya aku saja yang diam. Bebrapa anakpun diam dan mulai protes mengapa Evelyn yang sangat aneh itu ditempatkan untuk duduk bersamaku, namun akupun hanya kembali diam saja.
Dan pelajaranpun dimulai, aku banyak melirik ke Evelyn, ternyata tulisannya bagus dan juga otak nya cerdas, terlihat dari cara dia menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh guru-guru, dan seketika lamunanku dikagetkan oleh guruku yang bertanya padaku mengenai suatu soal biologi yang tidak ku perhatikan sedari tadi, namun aku mendengar jwaban bisikan surga, suaranya sangat halus dan akupun segera mengucapkan apa yang ku dengar tadi, dan akhirnya aku selamat dari guru yang kejam tadi. Rupanya itu adalah suara Evelyn yang secara perlahan membisikkanku, dan kali ini dia menyelamatkanku.
Akupun semakin penasaran dengannya, hingga akhirnya jam pulang akupun mnegucapkan terima kasih padanya dan seperti biasanya, kamipun pulang. Namun keesokkan harinya aku memutuskan untuk tidak membawa kendaraan apapun, karna lokasi rumahku pun tidak terlalu jauh dari sekolahku, aku sengaja untuk tidak membawa kendaraan apapun agar bisa mengikuti Evelyn yang akrab disapa si culun oleh anak-anak. Aku sanget penasaran dengan wanita yang satu ini dan ku rasa aku suka padanya dengan segala kekurangannya yang ada dan juga dengan kepintarannya yang ada.
Akhirnya sekolahpun dibubarkan, aku sengaja memperlambat gerakan tangan dan kakiku agar bisa mengikuti Evelyn, awalnya memang sangat menyebalkan karna kurasa anak ini begitu lelet, namun ternyata setelah ku perhatikan, ia memang sengaja menunggu keadaan sekolah sepi dan barulah dia pulang, dan aku berhasil mengikutinya, dari kejauhan sana aku dapat melihatnya.

Rabu, 06 Februari 2013

Akhir Penantianku


Siang itu cuaca tak begitu terik, namun juga tidak mendung. Angin kencang terus berhembus namun tetap terasa hangat  menusuk tulang. Dengan kondisi yang tidak begitu baik, aku putuskan untuk keluar, pergi melangkah mengikuti kemana kaki hendak pergi. Aku berjalan terus tak tau apa yang ku pikirkan ,tak tau apa yang hendak kulakukan, dan tak tau apa tujuanku untuk melangkah.
Tiba – tiba mataku terpaku pada sebuah taman, tidak besar taman itu, namun taman itu cukup asri, banyak orang disana, apalagi anak bayi yang sudah seharusnya seperti  anak ku, mengingat umurku sudah tak muda lagi sudah menginjak 27 tahun.
Lalu kuputuskan untuk ke taman itu karna kakipun sudah lelah melangkah, aku berjalan menuju taman itu , banyak pohon rimbun disana , banyak permainan untuk anak – anak disana, ingin sekali rasanya menghampiri mereka dan bermain bersama mereka, namun rasanya tak mungkin, aku tak kenal mereka dan mereka pun juga. Lalu ku undurkan niatku untuk menghampiri mereka, aku hanya tersenyum dan melanjutkan langkah ku menuju sebuah pohon besar yang menurutku sudah cukup tua namun tetap terawat, dedaunannya tetap terlihat begitu hijau.
Kakiku pun semakin terasa lemas, aku duduk di bawah pohon itu, terasa begitu rimbun, begitu menyejukkan hati , ingin sekali rasanya melepas semua beban dihati. Akupun bersandar dipohon itu, melihat ke atas langit terasa begitu hangat, lalu ku lihat sekelilingku, anak – anak kecil yang penuh ceria bermain, berlari, merangkak, tertawa dan bercanda. Terlihat sekali raut bahagia diwajah mereka. Sejenak aku berpikir, mengapa aku tak bisa seperti mereka? Mengapa aku tak coba untuk mencari kebahagiaanku seperti mereka? Mengapa aku hanya diam dan menunggu?
Begitu banyak pertanyaan menyerang pikiranku, pikiranku semakin kacau, badanku semakin lemas, terasa sedikit sesak didada seketika ku hentikan pikiranku sebelum ia makin membuatku kacau. Kupejamkan mataku sambil tetap bersandar dipohon besar itu, aku tersenyum mengingat masa laluku, begitu manis, begitu indah, namun harus hilang begitu saja. Tanpa sadar ingin rasanya kau menangis, namun ku hentikan, kurasa sudah cukup , sudah terlalu banyak air mata mengalir, ku hentikan kembali pikiranku sebelum ia makin liar mengulang masa lalu ku.
Ku buka mataku, aku tersentak kaget, seorang anak kecil tengah duduk dibawah pohon yang sama denganku, tepat dan sama persis disampingku, ia rapih dengan wangi khas seorang anak kecil, tampan, lucu dan cukup menggemaskanku. Namun, dia sendirian disampingku, tanpa orang tua nya ataupun temannya ataupun pengasuhnya, apakah ia datang seorang diri ke taman ini? Apakah ia tersesat? Namun kurasa tak mungkin.
Seketika suaranya yang begitu halus mengagetkanku, ia memanggilku, ia mengajakku bicara, sungguh senang rasanya... aku tercengang saat dia bertanya padaku “Tante, sedang apa Tante disini?” aku menjawabnya dengan senyuman, ia membalas senyumku, sungguh menggemaskan anak itu. Dan akupun menjawab “Ya sayang, siapa namamu? lalu sedang apa kamu disini? Kamu seorang diri?” anak itu pun menjawab “namaku Daren, aku tidak sendiri, ada mama dan papa disana”  dan ternyata semua yang kupikirkan salah, ia tak seorang diri ia menunjuk ke suatu arah dimana dapat kulihat terdapat ayah dan ibunya disana.
Mataku terpaku pada wanita dan pria disana, sepertinya aku mengenal mereka, namun aku sedikit merasa ragu, ku pandangi mereka berdua terus menerus dan akupun ingat!! Mereka adalah temanku semasa aku menduduki bangku kuliah, aku mengenal mereka, Ida dan Rendy , aku tak begitu akrab dengan mereka, namun setidaknya aku pernah menduduki bangku kuliah bersama mereka selama 1 semester , memang singkat namun kami cukup saling kenal dan saling menyapa bila bertemu.
Aku berdiri, menggandeng Daren dan menghampiri mereka. Ya , tak salah lagi, mereka Ida dan Rendy, kami banyak berbincang, mereka menikah 5 tahun yang lalu setelah mereka di wisuda, ketika mereka berumur 23 tahun, mereka meminta maaf karna tak mengundangku, dan memang bukan salah mereka, karna aku segera pergi dari Indonesia setelah menyelesaikan perkuliahanku, aku memilih untuk menyingkir ke negri orang lain setelah lulus saat itu. Tak lama aku di Singapure hanya 3 tahun, saat itu aku masih berumur 22 tahun. Aku pergi tanpa memberi kabar pada siapapun kecuali keluargaku dan kedua sahabat baikku Melisa dan Brenda.
Bukan salah Ida dan Rendy bila aku tak ada dalam daftar tamu pernikahan mereka, karna aku yang meminta Melisa dan Brenda untuk menyembunyikan keberadaanku pada siapapun. Aku pergi dengan kepahitan saat itu, aku pergi dengan luka saat itu, namun 3 tahun berlalu, aku tetap kembali dengan kepahitan, setidaknya tak bertambah parah dibandingkan dahulu.
Banyak berbincang dengan Ida dan Rendy akhirnya mereka pun pamit karna waktupun sudah senja, dan akupun mempersilahkan mereka. Akupun kembali ke bawah pohon itu, kembali bersandar, memejamkan mataku lagi. Mataku terbuka, aku dikagetkan oleh daun yang jatuh tepat diwajahku, awalnya ku kira anak kecil yang iseng sedang bermain, ternyata bukan, hanya sehelai daun yang tertiup angin dan jatuh mengenaiku, sejenak aku terdiam, larut dalam lamunanku sambil tetap memegang daun itu, dan lagi – lagi aku tersadar dari lamunanku karna suara petir yang sangat keras dan aku sangat takut akan petir sejak kecil. Aku menarik napas dalam – dalam dan melepaskannya, ingin bangkit dan beranjak pulang, namun rasanya lebih tentram disini, seketika mataku menatap ke seberang taman sana, aku tak dapat berkata apa – apa, air mata yang telah lama ku tahan akhirnya tumpah juga, aku tak mampu lagi menahan air mata itu, ya , aku menangis , sesosok pria yang sudah sangat lama tak ku jumpa, sesosok pria yang selalu mengusik pikiranku, sesosok pria yang membuatku pergi, membuatku takut, dan membuatku menyendiri, Kevin sesosok pria yang selalu ku rindukan dan aku tak tau sejak kapan ia disana, apakah ia memperhatikanku sejak tadi ataukah ia baru datang.
Ia masa laluku yang dulu hendak kujadikan masa depanku namun harus kulupakan karna terlalu banyak kesalahpahaman yang terjadi diantara kita, ia masa laluku yang sudah sangat lama ku kubur. Kini dia hadir, berdiri tegap di sebrang sana, menatapku. Aku diam , seluruh tubuhku terasa sanget lemah, aku kembali bersandar, tak mampu untuk berdiri.
Dia datang ! ya, dia datang, menujuku, menghampiriku. Tak tau apa yang harus kurasakan, aku tetap menangis, menumpahkan apa yang kutahan selama bertahun-tahun lamanya. Hujan pun turun , sangat lebat , disertai dengan petir yang begitu keras dan angin yang begitu kencang, aku menutup mataku dan memeluk kakiku , aku takut, aku tak tau lagi apa yang terjadi. Ada yang memelukku , aku membuka sedikit mataku, Kevin, Kevin memelukku, ia tahu persis aku kedinginan, ia tahu persis aku merasa takut, ia memelukku erat, bahkan sangat erat,aku diam, antara percaya dan tidak.
“aku mencarimu, jangan pergi lagi, mengapa harus pergi tanpa kabar apapun, aku merindukanmu” terasa begitu menampar ketika mendengar ia berkata demikian, aku memeluknya erat, “aku takkan pergi lagi, sungguh membuang waktuku untuk pergi dan berharap bisa melupakanmu” hanya itu yang bisa ku katakan saat itu. Mulai saat itu tidak ada lagi kepahitan dalam hidupku , terutama hidup kami. Kami pun memutuskan untuk menikah tahun depan dengan segala persiapan yang ada, dan kami hidup bahagia sejak saat itu, sampai akhirnya kami dipisahkan olehNya dan dipertemukan kembali diatas sana JJJ.

Minggu, 05 Agustus 2012

Karangan bebas - lingkungan yang semakin tidak sedap dipandang

Lingkungan yang Semakin Tidak Sedap dipandang
     Awalnya aku berpikir mengapa dunia ini semakin tidak bersahabat, banyak terjadi bencana alam yang merugikan semua makhluk hidup dan bukan hanya manusia saja melainkan tumbuhan dan juga hewan. Namun pada akhirnya aku mengerti juga apa yang menyebabkan dunia ini menjadi tidak bersahabat dan tidak sedap dipandang.
        Banyak sekali sampah yang berserakan dilingkungan – lingkungan sana , bahkan dilingkungan sekitarku pun banyak terlihat sampah – sampah maupun daun – daun yang berserakan. Lalu siapakah yang akan disalahkan atas semua ini? Sesama manusia antara satu dengan yang lainnya akan saling menyalahkan apabila  bencana alam mulai menerpa, misalnya saja banjir. Mereka akan saling menyalahkan tanpa memikirkan bahwa apa yang telah terjadi adalah akibat dari perbuatan kita semua.
        Pohon yang ditebang dengan sembarangan guna mencapai keuntungan yang banyak merupakan hal yang biasa dinegara ini sehingga negara inipun menjadi seperti ini. Bukan hanya itu, hutan – hutan yang seharusnya digunakan untuk penyerapan air digunakan untuk membangun perumahan guna untuk mencapai keuntungan, semua demi keuntungan. Namun mereka tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada dunia ini.
        Ketika  banjir besar datang melanda banyak yang mengungsi, menderita kelaparan, menderita sakit penyakit, kekurangan air bersih dan negaraku ini Indonesia yang dianggap sudah merdeka pun semakin kacau. Rakyat banyak yang menderita akibat bencana alam ini.
        Pelestarian untuk bumi inipun sudah tidak ada lagi. Kegiatan gotong royong yang dulu banyak dilaksanakan di perdesaan pun sudah jarang ditemukan di desa, apalagi di perkotaan, mereka semua sibuk dengan usaha dan pekerjaannya sendiri. Pepohonan yang dulu banyak terlihat di pedesaan pun sudah tak sesegar dulu, apalagi diperkotaan pohon – pohon yang ada sudah terlihat layu dan kering, sangat tidak terawat.
        Kemudian muncul dibenakku untuk membersihkan lingkungan ini , menghentikannya dari ancaman bencana alam yang lebih berat lagi yang akan menelan banyak korban lagi. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, menanam berbagai tanaman yang akan membuat dunia ini terlihat hijau lagi hingga melaksanakan kegiatan gotong royong sesuai dengan jadwal yang sudah ada.
        Secara perlahanpun lingkungan sekitarku menjadi lebih bersih dari sebelumnya yang ada. Lingkungan rumahku pun sudah terlihat sedikit hijau dari yang sebelumnya. Rumahku pun bersih tidak ada sampah yang berserakan yang bisa menimbulkan penyakit. Saat hujan deras, lingkunganku pun sudah terbebas dari banjir. Tidak ada lagi kelaparan, tidak ada lagi kekurangan air bersih , tidak ada lagi kelaparan dan tidak ada lagi yang terserang penyakit.
        Kesadaran masyarakatpun kemudian meningkat akibat melihat apa yang kami lakukan. Pihak yang berwenang pun mengadakan rapat dan kemudian menyusun jadwal gotong royong yang akhirnya disepakati bersama oleh seluruh warga. Guna untuk menghindari alasan – alasan yang ada, maka kamipun menyepakati untuk memberikan sanksi bagi mereka yang tidak ikut melakukan kegiatan gotong royong ini.
        Apa yang kami lakukan pun kami terima pada akhirnya, lingkungan kami bebas dari sampah , bersih dan juga tentram karna bebas dari penyakit. Bukan hanya itu, lingkungan kami ditumbuhi oleh pohon – pohon yang rimbun.
        Hanya saja ada hal yang harus kami sayangkan , yaitu didikan dari orang tua. Hanya sebagian kecil orang tua yang mendidik anaknya untuk membuang sampah pada tempatnya. Padahal itulah yang harus ditanamkan kepada anak kecil sejak ia kecil. Namun peran itu dihilangkan begitu saja. Bukan hanya itu, bahkan adapula orang tua yang bahkan membuang sampah dengan sembarangan.
        Hilangnya kesadaran ini harus ditumbuhkan kembali, lingkungan kita ini harus dilindungi agar bebas dari bencana dan kerusakan alam yang berdampak negatif. Dengan adannya kesadaran ini lingkungan pun pasti akan menjadi sedap untuk dipandang dan ditempati.
        Akibat dari kesadaran inipun, lingkunganku pun sudah menjadi lingkungan yang bersih, terawat, rapi, bebas penyakit dan tentram. Bukan hanya lingkunganku saja , akan tetapi juga rumahku. Keluarga kamipun sehat dan bebas dari penyakit yang sangat merugikan sekali bagi kami semua.

Sabtu, 21 Januari 2012

apa yang salaaah??

apa yang salah?? , aku masih tetap terus bertanya tanya dalam hatiku...
21 tahun aku hidup dan dibesarkan , namun mengapa selalu ini yang aku rasakan??
apa bedanya antara aku dan dia? aku bahkan melakukan segalanya lebih dibandingkan dia.. tanpa sadar air mata pun menetes... diawali dengan setetes , namun semakin lama semakin deras air mata itu...
Sanni tidak bisa menahan segalanya lagi , ia ingin marah , ingin berteriak, ingin berlari , ingin pergi , ingin menangis dan ingin menumpahkan semua isi hatinya,,,
Ia meratapi semua yang ia alami selama ini...  ia masih tetap ingat akan masa lalu nya , dimana ia masih berumur antara 3-4 tahun, ia ditinggal oleh ibu nya, ibu nya pergi ke bandung bersama kakak perempuannya, ibu nya meninggalkan nya tanpa peduli keadaannya saat itu , tanpa memikirkan sakitkah ia? atau adakah orang yang mengurusnya jika ia pergi?? tidak sama sekali..

hampir 2 bulan ibunya meninggalkannya disaat umur yang begitu kecil , hal itu begitu jelas teringat dibenaknya hingga kini.. belasan tahun ia memendam memori pahit itu.. ia menyinpan erat di dalam hatinya.... terkadang ia membenci ibunya.. terkadang ia mengasihi ibunya... 

namun setiap Sanni mencoba untuk mengasihi ibunya , ibunya merusak niat nya... ibunya lebih memperhatikan kakak perempuannya Cindy , apapun yang diinginkan Cindy selalu diberikan oleh ibunya... kasih sayang , harta benda , kebahagiaan, semuanya Cindy punya... sangat berbeda dengan Sanny...
terkadang Sanni berpikir untuk pergi meninggalkan semua keluarganya , tak mau lagi mengenal mereka, tak mau lagi berkomunikasi dengan mereka.. namun di sisi lain ia merasa takut,,, ia memang menyimpan memori yang pahit tentang ibunya , namun ia tidak bisa meninggalkan keluargannya.. 

bukan hanya itu , jelas terngiang di otak Sanni , disaat ia berumur 5 tahun , ia mengalami kecelakaan yang cukup parah, dan disaat itu ayahnya berniat untuk membawanya ke rumah sakit , namun ibunya menolak dan ingin Sanni hanya dirawat dirumah, ayahnya pun menurut, akhirnya Sanni sembuh walupun hanya dengan perawatan seadanya... 

saat Sanni beranjak dewasa , ia rajin membantu orang tuanya.. ibunya selalu memintanya untuk bekerja sepanjang hari ,, tanpa peduli kesehatannya , tanpa peduli pendidikannya, tanpa peduli perasaannya... Cindy, ia hanya diam... tidur , menonton televisi , bersantai - santai , dan belajar.. prestasi Cindy berada diatas Sanni.... jelas terlihat, karna Sanni tidak pernah diberikan waktu untuk belajar dan beristirahat.. Sanni selalu mengerjakan apa yang diminta oleh ibunya.. namun begitu , ibu nya selalu membanding- bandingkan antara ia dan Cindy.. membandingkan prestasi antara mereka berdua.... Sanni hanya bisa diam.. sesekali ia menangis dikamar nya... ia berdoa , ia merenung.. ia merasa bosan hidup seperti ini...

Sanni telah menyelesaikan oendidikannya dan melanjjutkannya ke dunia kerja,,, semua jerih payah Sanni, bukan untuk Sanni... melainkan untuk ibunya.. ibunya selalu saja meminta gaji dari Sanni.. Sanni kembali menangis... ia hanya bisa menuruti semua permintaan ibunya.. padahal dalam hatinya, ia ingin sekali menabung uang itu untuk melanjutkan studinya dan untuk mewujudkan impian ayahnya... namun apa lagi yang bisa dilakukan oleh Sanni... ia hanya bisa terus berdoaa...

sesekali ia mengingat-ingat lagi semua masa lalunya yang pahit.. dimulai dari hal-hal yang simple, seperti pakaian... pakaian yang dimiliki Cindy sangat banyak dan sangat bagus.. berbanding terbalik dengan Sanny yang hanya memiliki beberapa potong pakaian dan tidak sebagus yang dimiliki Cindy... ia kembali mennguraikan air matanya...

ia teringat kembali saat ia berumur 7 tahun , ia diasingkan ibunya,,, ibunya menitipkan nya pada saudaranya,,, dan Cindy tinggal bersamanya... selama hampir 6 bulan ia diasingkan oleh ibunya,,, ia tinggal dengan saudaranya tanpa kasih sayang dan tanpa sentuhan seorang ibu... namun akhirnya ia kembali berkumpul lagi setelah kurang lebih berumur 7 tahun... ia senang bisa kembali berkumpul dengan ibunya meskipun ibunya memperlakukannya seperti itu....
di depan tamu dan banyak orang , ibunya memperlakukan nya seolah - olah tidak ada perbedaan kasih antara ia dan Cindy , namun begitu tamu pulang , ia sudah harus bersiap-siap diperlakukan seperti biasanya....

ia mengingat dikala ia tidak diharapkan hadir di dunia ini... hak hidupnya dirampas ibunya,,, namun Tuhan masih tetap memberikannya kesempatan untuk menikmati hidup ini dan bersyukur pada-Nya.. ibunya mencoba mengugurkannya.. ia hampir divonis cacat oleh dokter saat ia dilahirkan... dokter mengvonis Sanni kemungkinan akan mengalami cacat ( tunanetra/kebutaan) akibat dari obat-obatan untuk menggugurkan kandungan yang dikonsumsi ibunya.....

hampir satu jam ia menangis mengenang semua memori masa lalunya,,, ia masih menangis dan terus menangis... ia masih tak bisa mengira... apa yang salah pada dirinya,,, begitu tidak berhargakah ia bagi ibunya.,.. apakah ia hanya dianggap beban oleh ibunya....
ia masih menangis dan akhirnya ia tertidur pulaas.........





sekian dulu yah cerita kali ini... oke.. jangan sungkan-sungkan untuk balik lagiii... :)
tunggu cerita berikutnya yaaah..... :) thank you...

Sabtu, 15 Oktober 2011

"Grateful"

"Tuhan , kenapa aku diberikan segala sesuatu yang berkekurangan?" begitu dengar Ibunya Nadia ketika Nadia berdoa. " kak Indah dan kak Ayu diciptakan dengan wajah yang cantik , kemampuan yang hebat dan kepintaran yang diatas rata-rata , sedangkan Aku ? Aku hanya diciptakan serba kekurangan, semua yang ada pada kak Indah dan kak Ayu tidak ada di dalam ku... " begitu lanjut Doa Nadia..


Mama Nadia, Erin, hanya diam saja... air matanya menetes mendengar ucapan doa anaknya itu..
Nadia memang berbeda dari kedua kakak-kakaknya.. sangat berbeda...   kedua kakaknya cantik , sangat cantik.. pintar dan bahkan selalu juara 1.. dan juga mempunyai banyak teman... akan tetapi Nadia hanyalah mempunyai 2 orang sahabat yang selalu bersamanya..

pada pesta ulang tahun Ayu yang ke-17 , Ayu sangatlah cantik, teman temannya yang datang sangatlah banyak... begitu juga pada saat ualng tahun Indah yang ke-17 , sama hal nya dengan kakaknya Ayu , pada ulang tahun Indah yang ke 17 , teman nya yang datang sangatlah banyak.. tidak kalah banyak dengan ramainya ulang tahun Ayu kakaknya. sedangkan , disaat ulang tahun Nadia , yang datang hanya lah ke2 sahabatnya,,, tidak ada lagi orang lain yang datang... apabila kita nmenjadi Nadia , kita pasti akan memiliki perasaan yang sama seperti yang Nadia rasakan..
 Nadia semakin merasa terpojok dengan keadaan nya yang  begini..

namun , 2 tahun kemudian , banyak kasus-kasus yang muncul di jakarta , salah satunya adalah penculikan gadis-gadis cantik yang masih muda, dan kedua kakak Nadia , Ayu dan Indah menjadikorban dalam kasus penculikan itu... Mereka dijual oleh si penculik... Ayu dan Indah dijual kepada seorang lelaki muda yang memiliki profesi sebagai penjual gadis...

betapapun kita tahu bagaimana sedihnya perasaan Ibu dan Ayahnya Nadia , serta Bagaimana perasaan Nadia... Nadia juga keluarganya yang lain sangatlah sedih mendengar kabar itu, Ayu dan Indah ditemukan setelah 4bulan berlalu , namun Ayu dan Indah kembali dengan kekecewaan.... mereka dipaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya mereka lakukan , dan hal hal yang dilarang agama...

sungguh luar biasa! dari peristiwa itu , Nadia sangat bersyukur akan segala kekurangan yang telah diberikan oleh Tuhan... Nadia sangat berterima kasih dan tidak lagi menyesali akan apa yang ada pada dirinya....

peristiwa itu sudah berlalu berkisar 5 tahun... kemudian Ayu memutuskan untuk menikah.. namun sebelum pernikahan , ia mengaku pada kekasih nya atas semua yang menimpa pada dirinya 5 tahun yang lalu.. lalu kekasihnya berkata "tidak",,, dan betapa sakitnya Ayu mendengar kata "tidak" itu... ia ditolak atas segala pengakuannya akan masa lalunya.. hal itupun terjadi pula pada Indah.. bukan hanya Ayu yang mengalaminya....

Nadia merasakan sedih yang dialami oleh kedua kakaknya, namun ia kembali bersyukur dengan semua keadaan fisiknya...
ia memang jelek dan sampai saat ini belum mempunyai seorang kekasih , namun siapa sangka bahwa sahabatnya menyimpan perasaan padanya? Nadia terkenal akan kebaikannya,, ia memang tidak cantik, namun ia sangat baik..
Nadia akhirnya menikah 1 tahun kemudian, pernikahannya bahagia, dan sangat bahagia...  namun , pada akhirnya Ayu dan Indah menikah,,, Mereka hidup bahagia,, namun Nadia jauuh lebih bahagia dari mereka....
Nadia tetap bersyukur dan masih bersyukur sampai saat ini...



++++++++++++++Apapun keadaan fisik kita , hargai itu... Fisik bukanlah segalanya,,, Fisik memang bisa memberikan kesenangan , namun itu hanya sesaat,,, tetap syukuri apa yang ada... ++++++++++++++++++

Sabtu, 08 Oktober 2011

DWITASARI :): 2 Jam Aku Menunggumu

DWITASARI :): 2 Jam Aku Menunggumu: Detak jam tangan mengerang kesakitan Menahan kelelahan karena terus berjalan Nafasnya terngah-engah Jengah Kakinya hampir patah Penuh nanah ...

Sabtu, 10 September 2011

MIRROR

pernahkah diantara kita berharap mempunyai penglihatan lain selain penglihatan secara manusiawi??
apakah anda berpikir bahwa penglihatan sedemikian rupa akan membawa kebahagiaan pada diri anda? bukan hanya kebahagiaan, bahkan kepopularitasan... pernahkah?
tidak semua hal yang menurut anda menyenangkan , akan menyenangkan juga bagi orang lain..
semoga cerita ini bermanfaat bagi kita semua , ambillah nilai nilai yang bisa dipelajari

berulang kali kejadian itu terjadi , sungguh Rina tidak mengerti apa maksud dari semua kejadian ini..
ia tidak bisa melihat bayangan teman nya, Santi di cermin , lalu Rina menceritakan kepada temannya yang lain, Indie bahwa ia tidak melihat bayangan Santi di cermin.
Indie sungguh heran dan bingung, karna Indie dapat melihat bayangan itu , namun mengapa Rina tidak bisa melihatnya? Indie pun hanya menganggap lalu persoalan itu..

esok nya, saat Rina tiba disekolah , ia sangat kaget.. ia kaget mendengar suara isak tangis di sekolahnya itu... ia bingung, namun bercampur kaget saat ia masuk kedalam sekolah dan mendengar bahwa temannya Santi telah meninggal kemarin sepulang sekolah. Santi meninggal karna diduga dirampok saat pulang dari sekolah, mobil yang dipakai Santi hilang dan semua uang termaksud Hp Santi hilang, yang tersisa hanya jasad Santi yang ditinggal di pinggir jalan.

Mendengar semua kronologis itu , Rina sangat sedih karna kehilangan Santi.. dan hal yang membuat dia trauma adalah , mengapa setiap orang yang tidak terlihat bayangannya dicermin , selalu mengalami hal-hal yang tidak diinginkan yang berujung pada maut... bukan hanya sekali Rina merasakan hal seperti ini..

setelah kejadian itu berlalu lama , Rina mengalami hal yang sama lagi.. Rina pergi kesebuah toko buku langganan nya dan ia lagi lagi tidak melihat bayangan si karyawati dicermin , tersontak Rina pun sangat kaget.. ia kembali  merasa takut.. ia merasa takut setiap mengalami hal sedemikian rupa.. dan seperti sebelumnya , Rina pun kembali ke toko buku untuk memastikan keadaan si karyawati.. dan ternyata benar, karyawati itu tewas karna mengalami kecelakaan...
kejadian ini pun berlalu , Rina pun sudah sedikit bisa menenangkan dirinya..

kemudian disaat gurunya mengajar dikelas, Rina langsung menangis... ia tidak bisa melihat bayangan guru kesayangannya di cermin..... ia menceritakan kembali akan hal itu pada Indie, temannya...
Indie tetap tidak percaya... karna menurutnya , kejadian yang lalu itu hanya lah sebuah kebetulan yang terjadi diluar dugaan.... Rina sangat bingung,,, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan, kemudian ia berteriak didepan kelas, ia mengatakan semua apa yang ia rasakan dan ia alami tentang penglihatannya.. suasana kelas tiba-tiba menjadi kaku dan diam... namun gurunya hanya membalas dengan senyum dan kata-kata yang menenangkan hati Rina...

Rina tetap tidak bisa tenang... ia merasa sangat takut.. benar saja semuanya terjadi,, ia mendapatkan kabar gurunya itu meninggal karna mengalami kecelakaan. mobil yang dikendarai gurunya masuk kedalam jurang... Rina pun sangat kaget, lalu semua teman temannya menatapnya dengan sinis dan penuh kebencian.. namun hanya tersisa satu orang yang tetap mengasihi Rina disana , Riko namanya... ia tidak menjauhi Rina , ia tidak menyalahkan Rina atas semua kejadian yang terjadi ini.. Riko tetap mendampingi Rina dikala Rina bersedih dan dikucilkan oleh semua temannya.

sejak hari itu , Rina selalu ditemani Riko.. mereka berdua selalu bersama.. tak heran , jika Riko pun mendapatkan perlakuan sinis dari teman-temannya, karna mereka beranggapan bahwa Rina dan Riko lah yang patut dipersalahkan atas meninggalnya guru mereka...
kejadian itu pun berlalu begitu saja..
namun seiring berjalannya waktu, Riko dan Rina semakin dekat dan memiliki hubungan yang lebih spesifik / khusus... Rina menjalani hari harinya bersama Riko dan ia merasa bahagia...
namun kebahagiaan itupun hilang dikala Rina dan Riko sedang menonton bioskop...
saat itu  , Rina pergi ke kamar mandi dan ia ternyata tidak bisa melihat bayngannya dicermin itu..

Rina bergegas meninggalkan kamar mandi itu dan menghampiri Riko serta menceritakan semua nya kepada Riko... Rina menangis, namun Riko tetap menenangkannya.. walaupun didalam hati Riko, ia pun sangat merasa takut kehilangan Rina... kemudian , melihat kepanikan Rina, Riko pun mengantarkan Rina pulang....
sepulang dari sana , Rina menyiksa dirinya... ia tidak mau tidur , tidak mau melakukan aktivitas yang lainnya, bahkan hal gila yang dilakukan Rina adalah memakan cabe rawit tanpa sayur atau apapun , sambil menonton televisi, alasannya adalah ia takut tertidur.. Rina sangat takut pada kenyataan yang harus ia hadapi...  tapi Riko terus menemaninya...
Riko sangat prihatin , sedih dan juga khawatir akan keadaan Rina.. Riko tidak mau melihat keadaan Rina yang seperti ini...
tapi pada akhirnya, Riko harus bisa menerima kenyataan Rina meninggal , dan Riko pun meneteskan air matanya.... Rina meninggal karna tidak mau makan , tidak mau tidur dan tidak  mau beraktivitas... ia hanya menghabiskan hari harinya dengan menonton televisi dan memakan cabe rawit sepanjang hari dari pagi hingga malam dan begitu seterusnya.....

mungkin ada hal yg bisa diambil dari cerita diatas  :  kehidupan manusia , bukan diatur berdasarkan kemauan manusia, jika sudah pada saat nya waktu kita didunia habis, maka kita harus bisa menerima nya dan tidak bisa menolaknya